Seleb

Audy Item Ungkap Perjalanan Turunkan Berat Badan Usai Melahirkan

Jakarta (KABARIN) - Penyanyi Audy Item membagikan kisah pribadinya saat menghadapi kenaikan berat badan setelah melahirkan. Ia mengaku sempat mengalami lonjakan berat hingga 30 kilogram dan butuh waktu cukup lama untuk kembali ke kondisi ideal.

“Hamil saya naik itu sekitar 30 kilo, memang besar banget dan anak saya juga besar pas lahirnya. Dan memang saya struggle banget untuk balik lagi kayak dulu badannya,” kata Audy saat ditemui di Jakarta.

Awalnya ia tidak menyadari bahwa kondisi tersebut sudah masuk kategori obesitas. Meski tubuh terasa biasa saja, ia sering mengalami pusing, mata berkunang kunang, dan cepat lelah. Kepastian baru didapat setelah memeriksakan diri ke dokter.

“Perasaan badan biasa-biasa aja tapi ada timbunan lemak. Aku baru tahu kalau aku obesitas itu karena aku ke dokter dicek semua ‘oh kamu sudah obesity di tingkat ini’,” ujarnya.

Audy sempat mencoba berbagai cara untuk menurunkan berat badan, mulai dari pola diet yang sedang tren hingga rutinitas olahraga yang ia temukan di internet atau dari saran teman. Hasilnya memang sempat terlihat cepat, tetapi tidak bertahan lama dan berat badan justru kembali naik.

“Aku ikutin semuanya, cepat turun tapi bounce back-nya cepat lagi, bisa tiga kali lipat. Jadi bener-bener aku sampai frustrasi," katanya.

Ia juga mengaku pernah memaksakan diri mengikuti metode tertentu tanpa konsultasi lebih dulu. Belakangan ia sadar bahwa setiap orang memiliki kondisi tubuh yang berbeda sehingga tidak semua metode cocok untuk dirinya.

“Dulu aku coba olahraga tapi kayaknya kok nggak cocok, nggak enak dibawa badannya. Aku baru tahu setelah ketemu dokter. Kadang suka ngeyel ya ‘ah, aku mau diet kayak si itu’. Ternyata itu belum tentu bagus buat badan kita,” tambahnya.

Kini Audy lebih terbuka membicarakan obesitas karena menurutnya kondisi tersebut bisa memicu berbagai masalah kesehatan lain jika tidak ditangani dengan tepat.

“Aku berani untuk menyuarakan tentang obesitas ini karena memang obesitas ini adalah penyakit yang memang bisa dikatakan gawat karena bisa menimbulkan banyak penyakit yang lain,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum memulai program diet atau olahraga. Informasi dari internet saja dinilai tidak cukup tanpa pendampingan ahli.

“Karena apa yang bagus buat badan kita, hanya dokter yang tahu. Kita enggak bisa asal-asalan karena kan ada yang ekstrem olahraganya, belum tentu juga itu bagus buat badan kita malah jadi sakit,” katanya.

Saat ini Audy tetap aktif berolahraga di pusat kebugaran beberapa kali dalam seminggu. Baginya, kunci utama bukan sekadar menurunkan angka di timbangan, tetapi menjaga kesehatan secara menyeluruh dengan cara yang aman dan sesuai kondisi tubuh.

Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: